Bagi lulusan baru, memahami jenis tes kesiapan kerja adalah langkah penting sebelum melamar pekerjaan. Tes ini digunakan perusahaan untuk menilai kemampuan calon karyawan secara objektif, mulai dari cara berpikir, keterampilan komunikasi, hingga minat dan bakat yang dimiliki.
Sayangnya, banyak lulusan baru yang merasa kebingungan ketika pertama kali menghadapi ujian ini. Padahal, memahami jenis tes yang umum digunakan sejak awal bisa menjadi kunci sukses untuk meningkatkan peluang lolos seleksi dan memulai karir impian.
Jenis Tes Kesiapan Kerja untuk Fresh Graduate
Secara umum, ada tiga jenis tes yang perlu Anda kenali, yakni tes kognitif, tes soft skill, serta tes minat dan bakat. Mari kita bahas satu per satu agar Anda bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik.
1. Tes Kemampuan Kognitif
Tes kognitif adalah alat penilaian yang bertujuan mengukur kecepatan dan ketepatan dalam mencerna informasi serta mencari solusi atas permasalahan. Tes ini mengukur keterampilan seperti pemahaman bacaan, penalaran numerik, serta kemampuan belajar dan menerapkan informasi baru.
Menurut penelitian psikologis, kemampuan kognitif yang baik adalah salah satu prediktor kesuksesan yang paling kuat di berbagai jenis pekerjaan. Itulah mengapa 94% perusahaan menggunakan tes ini dalam proses seleksi.
Berikut adalah contoh-contoh tes kognitif yang umum:
- Tes Penalaran Verbal: Mengukur kemampuan memahami informasi tertulis, menyimpulkan makna, dan menggunakan kosakata. Soal-soalnya seringkali berupa bacaan singkat.
- Tes Penalaran Numerik: Menguji kemampuan membaca angka, memahami tabel atau grafik, serta mengolah data numerik. Soalnya melibatkan grafik, tabel, deretan angka, dan aritmatika dasar.
- Tes Penalaran Logis: Mengukur kemampuan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan dari premis yang diberikan. Contohnya, menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia.
- Tes Penalaran Diagramatik: Menguji kemampuan mengidentifikasi hubungan bentuk atau simbol. Contohnya menemukan pola dalam rangkaian gambar untuk memprediksi gambar selanjutnya.
2. Tes Soft Skill
Selanjutnya, jenis tes kesiapan kerja untuk lulusan baru adalah tes soft skill. Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan Anda dalam keterampilan non-teknis seperti komunikasi, kerja sama tim, dan pemecahan masalah.
Riset menunjukkan bahwa soft skill menyumbang 85% terhadap keberhasilan karier, sedangkan hard skill hanya menyumbang 15% dari faktor penentu kesuksesan tersebut. Artinya, meski Anda menguasai ilmu teknis, tanpa soft skill yang baik akan sulit untuk berkembang di dunia kerja.
Beberapa contoh tes softskill yang sering digunakan:
- Self-Assessment: Metode ini meminta Anda untuk mengisi survei atau kuesioner untuk mengukur yang dimiliki misalnya empati, kolaborasi, dan cara berkomunikasi.
- 360 Degree Feedback: Penilaian ini melibatkan berbagai pihak, seperti atasan, rekan tim, atau klien. Tujuannya adalah untuk memberikan umpan balik yang lebih mendalam.
- Survey of Employee Engagement: Survey ini mengukur dedikasi tim terhadap pekerjaan dan perusahaan, untuk menggambarkan kemampuan manajerial dan kualitas kerja di dalam tim.
3. Tes Minat dan Bakat
Selain kognitif dan soft skill, tes minat dan bakat juga menjadi salah satu jenis tes kesiapan kerja yang sering digunakan. Tes ini membantu Anda mengenali potensi diri, karakteristik pribadi, serta bidang pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian Anda.
Dengan mengikuti tes ini, Anda bisa mengetahui pekerjaan mana yang paling cocok dengan minat dan kekuatan Anda. Hal ini tentu memudahkan dalam memilih karir yang selaras dengan passion sekaligus realistis untuk dijalani.
Beberapa contoh tes minat dan bakat dalam persiapan kerja:
- Differential Aptitude Test (DAT): Menilai kemampuan dasar, seperti memproses informasi, berpikir logis, hingga memahami prinsip-prinsip mekanis dalam sebuah masalah.
- General Aptitude Test Battery (GATB): Menilai sejauh mana Anda mampu memahami konsep, menalar informasi, serta membuat keputusan yang logis berdasarkan data yang tersedia.
- Flanagan Aptitude Classification Test (FACT): Mengukur ketelitian Anda dalam mengidentifikasi detail kecil, kecepatan dalam mengkodekan simbol, dan daya ingat jangka pendek.
Memahami berbagai jenis tes di atas sangat penting agar Anda lebih siap menghadapi seleksi di dunia kerja. Mulai dari tes kognitif, soft skill, hingga tes minat dan bakat, semua dirancang untuk menilai kemampuan Anda secara menyeluruh.
Penutup
Assesspro.com menyediakan assessment kesiapan kerja bagi freshgraduate. Dengan mempelajari dan berlatih sejak awal, Anda bisa menghadapi berbagai jenis tes kesiapan kerja dengan lebih percaya diri. Hal ini juga akan memperbesar peluang Anda untuk lolos seleksi dan meraih pekerjaan impian.