Loader Asesspro

7 Jenis Tes Psikotes Calon Karyawan yang Paling Umum

13 April 2026, 13:56

7 Jenis Tes Psikotes Calon Karyawan yang Paling Umum image

Bagi pencari kerja, penting untuk mempersiapkan diri menghadapi tes psikotes calon karyawan. Apalagi belakangan ini psikotes termasuk tahapan wajib dalam proses seleksi pada kebanyakan perusahaan.

Pasalnya, psikotes membantu perusahaan untuk menemukan talenta yang memiliki kepribadian dan kemampuan beradaptasi yang sesuai budaya kerja. Psikotes sendiri jenisnya cukup banyak. Mari kenali apa saja jenis psikotes yang paling umum digunakan.

Apa itu Tes Psikotes Calon Karyawan?

Tes psikotes karyawan merupakan serangkaian tes psikologis yang berfungsi untuk mengevaluasi fungsi kognitif dan emosional individu.

Umumnya, perusahaan mengadakan tes ini untuk mengetahui karakter dan kepribadian dari calon karyawan baru. Dengan demikian, perusahaan dapat merekrut pekerja yang sesuai dengan visi misi dan budaya perusahaan.

Psikotes juga membantu perusahaan untuk memahami kemampuan dan potensi kandidat yang tidak terlihat dari resume maupun wawancara. Psikotes karyawan bisa berbeda pada satu perusahaan dengan yang lain sebab jenisnya memang beragam. 

Jenis Tes Psikotes Calon Karyawan

Berikut beberapa jenis tes psikotes calon karyawan yang paling sering digunakan oleh perusahaan:

1. Tes Logika Aritmatika

Tes calon karyawan ini bertujuan untuk mengukur kemampuan analisa, kecerdasan logis, dan ketelitian. Karena melibatkan angka, tes logika aritmatika juga dapat menguji kemampuan berhitung cepat.

Biasanya, tes logika aritmatika berupa soal dalam bentuk perhitungan sederhana hingga kompleks. Soal juga bisa berupa deretan angka yang cara penyelesaiannya memerlukan calon karyawan untuk memahami pola dalam waktu singkat.

2. Tes Kemampuan Verbal

Tes kemampuan verbal bertujuan untuk mengukur kemampuan tata bahasa, perbendaharaan kata, dan pemahaman analogi. Jenis tes ini bermanfaat untuk menguji kecerdasan linguistik dan logika bahasa.

Penggunaan jenis tes psikotes karyawan baru ini terutama penting untuk pekerjaan yang memerlukan komunikasi intensif. Adapun bentuk soalnya berupa pencarian persamaan kata atau lawan kata.

3. Tes Logika Penalaran

Logika penalaran identik dengan soal berupa gambar. Peserta tes perlu mengenali pola dalam deretan gambar untuk melengkapi gambar selanjutnya. Tujuan tes ini adalah untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan menganalisis masalah.

Meskipun terlihat sederhana, tes ini menuntut konsentrasi penuh dalam pengerjaannya. Terlebih lagi, beberapa soal sering kali menjebak.

4. Tes Wartegg

Tes Wartegg dikembangkan oleh psikolog Jerman yang bernama Ehrig Wartegg. Hampir mirip dengan tes logika penalaran, tes Wartegg bertujuan mengukur kemampuan analisa seseorang. 

Bedanya, tes Wartegg juga berfungsi untuk mengenali kepribadian, kreativitas, dan cara beradaptasi.

Bentuk soalnya pun berbeda dari tes logika penalaran yang melanjutkan gambar sesuai pola tertentu. Dalam tes Wartegg, peserta tidak perlu mencari pola gambar. Alih-alih bisa langsung melanjutkan gambar sesuai imajinasi dari pola titik atau garis yang sudah tersedia.

5. Tes EPPS

Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule) merupakan  tes psikotes calon karyawan yang bertujuan mengukur kepribadian. Bentuk tes EPPS berupa soal dengan dua pilihan A atau B.

Peserta tes dapat memilih jawaban berdasarkan preferensi dan kesesuaian dengan pribadi masing-masing. Tes EPPS terdiri dari cukup pertanyaan yang diulang-ulang. Peserta perlu mengisi semua jawaban tanpa terlewat untuk menunjukkan konsistensi dan kejujuran.

6. Tes DAM

Tes DAM (Draw a Man) akrab juga dengan sebutan tes gambar manusia. Berbeda dari jenis-jenis tes sebelumnya, tes DAM tidak melibatkan soal. Peserta akan diberikan kertas kosong dan diminta menggambar manusia. 

Tes ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepercayaan diri, tanggung jawab, serta kestabilan seseorang.

Adapun tips mengerjakan psikotes ini adalah dengan menggambar manusia sedetail mungkin. Usahakan gambar juga proporsional meskipun tidak harus bagus.

7. Tes Menggambar Pohon

Tes menggambar pohon disebut juga sebagai Koch Baum test. Sama seperti tes gambar manusia, dalam tes psikologi ini peserta diminta menggambarkan sebatang pohon pada kertas kosong.

Tes psikologi calon karyawan yang satu ini bertujuan untuk mengukur stabilitas emosi, kejiwaan, dan struktur kognitif. 

Supaya hasilnya baik, gambar pohon perlu berupa pohon berkayu yang lengkap. Artinya, pohon harus memiliki seluruh bagian secara detail, seperti batang, ranting, daun, dan akar. Pastikan untuk tidak menggambar pohon kecil atau semak.

Solusi Psikotes dan Assessment Karyawan Paling Lengkap

Pengadaan tes psikotes calon karyawan melibatkan perancangan dan evaluasi oleh psikolog atau pemeriksa ahli. Prosesnya pun cukup kompleks sehingga acap kali memakan waktu yang tidak sebentar.

AssesPro menyediakan solusi terlengkap pengadaan psikotes dan assessment kinerja karyawan dengan proses sistematis. Layanan kami juga menggunakan dukungan HR tools modern untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi hasil evaluasi.

Tes dari AssesPro juga bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan jabatan spesifik. Menariknya lagi, seluruh prosesnya berlangsung secara online sehingga lebih praktis dan cepat. Yuk, hubungi tim AssessPro sekarang untuk pengadaan psikotes dan assessment terbaik.

Share